Ford Pangkas Proyeksi Laba 2005

Industri Otomotif Jeblok

Ford Pangkas Proyeksi Laba 2005

- detikFinance
Sabtu, 09 Apr 2005 17:04 WIB
Jakarta - Setelah General Motor, kini giliran perusahaan otomotif terbesar kedua AS, Ford Motor Company memangkas proyeksi laba bersih tahun 2005. Ford memprediksikan laba bersih tahun 2005 hanya akan berkisar US$ 1,25-1,5 per saham, atau turun dibandingkan prediksi semula yakni US$ 1,75-1,95 per saham.Pada bulan lalu, General Motor juga memangkas prediksi perolehan laba bersih tahun 2005 hingga 80 persen. Baik Ford maupun General Motor tengah menghadapi tantangan terutama dari rival Asianya yakni Toyota Motor Corp. dan Nissan Motor Co. Tingkat penjualan Ford dan General Motor selama 3 bulan pertama 2005 ini turun sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/4/2005), Ford mengumumkan bahwa pihaknya kemungkinan tidak akan meraih target pendapatan sebelum pajak sebesar US$ 7 miliar untuk tahun 2006. Namun Ford tetap berharap mampu membukukan keuangan yang positif pada tahun ini. "Secara historis, tingginya harga baja dan minyak mentah telah menggelembungkan pengeluaran dan juga melemahnya dolar AS merupakan contoh tantangan yang hebat pada awal tahun 2005 ini," kata Vice Presiden dan CFO Ford, Don Leclair. "Kami menganalisa tren pasar akhir-akhir ini, termasuk kemungkinan tingginya harga minyak dunia yang terus berlanjut dan juga agresifnya para kompetitor. Dan kami menyimpulkan bahwa tantangan ke depan masih berlanjut. Untuk itu, kami telah merevisi prediksi pendapatan kami untuk tahun 2005 ini," kata Leclair. Sementara CEO Ford, Bill Ford menambahkan, meski salah satu produk andalan Ford bisa diterima dengan baik oleh konsumen di seluruh dunia, namun Ford mengakui pihaknya tidak akan tahan terhadap perubahan perekonomian dunia. "Sebagai tambahan, untuk meluncurkan produk yang besar, kami telah memangkas biaya sekitar US$ 4 juta dalam 3 tahun terakhir. Dan kami akan terus bertahan untuk fokus menciptakan berbagai efisiensi," kata Bill Ford. Perusahaan pemeringkat Standard and Poor's akhirnya merevisi Outlook Ford dari stabil menjadi negatif, disamping juga kemungkinan pemangkasan peringkat utang Ford. Hal itu dilakukan setelah mempertimbangkan potensi perolehan laba Ford pasca pengumuman revisi perolehan laba dan cash flow pada tahun 2005 ini. "Meski Ford diharapkan untuk mempertahankan kuatnya likuiditas, namun ini tidak cukup untuk menutupi kekhawatiran kami tentang tingkat kompetitif dan prospek bisnisnya," demikian pernyataan S&P. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads