Salah satu pedagang daging, Jamaludin, mengaku menjual daging sapi lokal Rp 115.000/kg - Rp 125.000/kg, tergantung jenisnya. Harga itu dinilai stabil sejak lama.
"Dari dulu masih sama harganya, tergantung jenisnya (daging sapi lokal), yang paling murah Rp 115.000/kg, yang biasa Rp 120.000/kg, tapi yang bagian khas dalam sapi Rp 125.000/kg," ungkap Jamaludin saat ditemui di salah satu kios daging sapi, Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (25/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang stok sapinya saja yang sedikit, atau mungkin karena ada daging kerbau India yang lebih murah, harganya Rp 90.000/kg - Rp 110.000/kg," kata dia.
Kendati lebih mahal, kata Jamaludin, pembeli masih lebih banyak yang memilih daging sapi lokal. Terutama para pedagang makanan, seperti tukang bakso atau penjual nasi padang.
"Mereka (tukang bakso) cuma mau beli yang lokal, yang segar. Soalnya kalau impor kan beku, jelek nanti baksonya kalau pakai yang beku," kata dia.
Senada dengan Jamaludin, Adit yang juga penjual daging sapi di Pasar Palmerah mengaku para pembeli masih menyukai daging sapi lokal walapun harganya lebih tinggi.
"Pembeli kalau untuk (konsumsi) sendiri lebih suka daging lokal. Kalau untuk yang mau hajatan atau acara mereka banyak yang beli impor, soalnya lebih murah," tuturnya. (dna/dna)











































