Bendungan ini semula ditargetkan selesai pada Oktober 2020. Namun karena pembebasan lahannya berjalan lancar, maka penyelesaiannya akan dipercepat menjadi tahun 2019.
Dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan warga setempat pun sangat penting dalam proses pembebasan lahan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada bukit yang dikupas untuk pembangunan bendungan ini. Serta pembersihan tapak pegunungan (clearing). Itu juga sedang kami kerjakan," ujarnya dalam keterangan resminya seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Senin (26/12/2016).
Untuk diketahui, dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan, pemerintah melalui Kementerian PUPR memiliki program membangun 65 bendungan hingga 2019 mendatang.
Dari 68 bendungan tersebut, lima diantaranya telah diselesaikan pada 2015, 24 bendungan lanjutan di 2016, dan 35 bendungan baru yang masing-masing dijadwalkan pada 2016 hingga 2019.
Setidaknya ada delapan bendungan baru yang mulai dibangun tahun 2016 ini, selain Bendungan Kuwil Kawangkoan di Manado, ada juga Bendungan Way Sekampung di Lampung, Ladongi di Sulawesi Tenggara, Napunggete di NTT, serta Ciawi, Cipanas, Leuwikeris, dan Sukamahi yang seluruhnya berada di Jawa Barat. (drk/drk)











































