"Kalau dari sisi kenaikan, tebusan nggak akan sespektakuler seperti yang pertama," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor. Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu malam (28/12/2016).
Menurut Sri Mulyani, wajib pajak besar sudah banyak yang ikut periode I. Maka dari itu uang tebusan yang didapatkan bisa hampir mencapai Rp 100 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani lebih fokus untuk menarik peserta tax amnesty semakin besar untuk penguatan data Ditjen Pajak ke depan. Ia pun akan mengevaluasi pelayanan dari Kantor Pajak Pratama (KPP).
"Ya nanti kita evaluasi. Saya sampaikan ke Kanwil, saya sudah ingatkan lagi karena dengan volume naik, ada yang mengirim whatsapp atau yang lain soal pelayanan. Tapi saya tidak mau ganggu Kanwil karena konsentrasinya adalah setoran sesuai janji mereka. Pelayanan nanti saya tegur setelah tahun baru," paparnya.
Terkait dengan repatriasi, Sri Mulyani tetap akan mengoptimalkan berbagai upaya. Hingga sekarang memang diketahui komitmen untuk memindahkan harta dari luar negeri baru senilai Rp 140 triliun.
"Kalau menganggap proses pemindahan harta mereka dari luar ke dalam, itu ongkosnya lebih besar ya mereka akan menetapkan di luar negeri. Fokus kita yang Rp 144 triliun itu dimaksimalkan untuk investasi di dalam negeri," pungkasnya.
(ang/ang)











































