Kementan: Produksi Beras 2 Tahun Terakhir Naik Cukup Tinggi

Updated

Kementan: Produksi Beras 2 Tahun Terakhir Naik Cukup Tinggi

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 30 Des 2016 14:46 WIB
Kementan: Produksi Beras 2 Tahun Terakhir Naik Cukup Tinggi
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim produksi beras nasional dalam 2 tahun terakhir lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan produksinya selalu lebih tinggi dibandingkan 10 tahun terakhir.

"Beras nggak bisa dipungkiri bahwa dalam 2 tahun terakhir kenaikannya sangat tinggi dibandingkan 10 tahun atau 12 tahun terakhir. Sejak 2014 kenaikannya bisa 8,3% ke 2015, sekarang tahun ini saja dari 2015 ke 2016 kenaikannya 6,6%, dulu naiknya sekitar 4%," jelas Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Gardjita Budi, di kantornya, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Sebelumnya ditulis harga beras dalam dua tahun terakhir naik cukup tinggi dibandingkan 10 tahun lalu. Tapi yang benar adalah produksi beras nasional naik dalam 2 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski produksinya naik, dia mengakui ada kenaikan harga beras di dalam negeri. Namun, kenaikan harga pangan paling pokok tersebut masih dianggap stabil.

"Harga beras relatif stabil, kenaikan beras dalam dalam batas wajar dan logis. Nggak ekstrem kenaikannya, dalam bahasa lainnya rakyat tidak direpotkan, dalam bahasa makro ekonominya, inflasi masih terjaga," ungkap Gardjita.

Diungkapkannya, dalam penanganan ketahanan beras serta menjaga harga beras nasional, Kementan mengambil langkah penambahan luas tanam padi di musim paceklik lewat penambahan irigasi pertanian.

"Terobosan dari sisi ketahanan pangan, disamping perbaiki irigasi, kita ubah persepsi paceklik, saat musim hujan produksi padi turun karena itu saatnya tanam. Kita rekayasa dengan memungkinkan daerah tertentu yang hanya tanam saat musim hujan, bisa ditanami saat paceklik dengan irigasi. Jadi luas tanam meningkat dari lahan yang sudah ada disamping menambah lahan baru," terang Gardjita. (idr/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads