Kendati demikian, PT KAI mengaku telah membereskan semua urusan pembebasan lahan. Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek tersebut sudah 100%.
"Persoalan yang paling besar (memang) karena gugatan (pembebasan lahan), banding lagi, bikin mundur semua (pengerjaan). Upaya terakhir kita lakukan, kita menang," ungkap Edi di Gedung JRC Juanda, Jakarta, Sabtu (31/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan dana sekitar Rp 62 miliar untuk masalah pembebasan lahan yang kemarin belum tuntas, yakni dari 32 bidang tanah di berbagai lokasi.
"Kami terakhir sudah daftarkan konsinyasi. Kita sudah kirimkan sekitar Rp 62 miliar. Kalau itu (pemilik lahan) enggak terima, kan kita titip pengadilan. Karena putusan sudah final," kata dia.
Setelah urusan pembebasan lahan selesai, kata Edi, pihaknya akan terus melanjutkan pengerjaan proyek kereta bandara tersebut.
"Jadi kita mengharapkan ini, seperti yang diharapkan presiden. Meskipun kami tahu ini masalahnya dimana-mana tanah, dan telah kami selesaikan. Kami berharap dapat menyelesaikan (proyek) secepatnya," tutur dia. (ang/ang)











































