Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, nantinya ada 2 macam tender, ada tahap untuk pembangunan infrastruktur yang menyangkut fasilitas seperti gudang atau Pusat Logistik Berikat yang ditargetkan mulai pada April atau Mei 2017. Serta tender untuk terminal kargo sebagai operatornya akan dilakukan pada Februari 2017.
"Tender untuk terminal kargo akan dibuka untuk operatornya pada Februari 2017, tapi kalau infrastruktur dan fasilitasnya diperkirakan paling cepat April atau Mei, tapi nanti selesainya bersamaan," kata Awaluddin kepada detikFinance, Minggu (1/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tender infrastruktur dan operator memungkinkan AP II bekerja sama dengan pemain terminal operator kargo yang sudah eksis di luar karena pengalaman dan pemahaman mereka untuk mengelola transportasi udara besar itu sudah termasuk pengalaman karena kan sudah memiliki sistem jaringan lokal, investor lokal juga nggak apa-apa. Tapi kalau tender untuk infrastruktur itu pasti lokal yang bangun warehouse dan fasilitasnya," ujarnya.
Sedangkan proses pembuatan infrastruktur pendukung akan dibuka kesempatan bagi investor lokal saja misalnya BUMN Karya seperti Wijaya Karya, Waskita Karya, dan lainnya.
Di dalam gudang atau PLB tersebut nantinya dapat memfasilitasi ekspor dan impor alat elektronik, produk berteknologi digital, hingga peralatan maintenance peralatan pesawat. Namun, untuk pengiriman produk consumer goods tidak bisa singgah di PLB terminal kargo ini karena akan menambah cost yang besar.
"Kita melihat peluang di dalam cargo village mau ada PLB, jadi alat-alat teknis komponen ICT. Termasuk transport MRO seperti Garuda itu banyak perangkat teknis engineering dan alat-alat yang di situ itu langsung dikirim dari luar nanti bisa masuk. Termasuk orang-orang mau ekspor seperti perangkat elektornik dan digital tekknologi," kata Awaluddin.
"Tapi kalau logistiknya fast moving atau consumer goods, barang-barang itu kapasitasnya nggak terlalu besar tidak bisa karena ini logistik yang relates dah bisa support transportasi udara," imbuhnya. (drk/drk)










































