Dengan penerimaan negara Rp 1.551,8 triliun (86,9%), maka defisit mencapai 2,46% terhadap PDB.
"Defisit APBN P 2016 adalah sebesar 2,46%," ungkap Sri Mulyani, dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penerimaan pajak secara umum mengalami pertumbuhan 4,2%, namun kalau dilihat realisasinya lebih rendah Rp 33 triliun dari outlook yang telah disampaikan waktu saya baru menjadi Menkeu," paparnya.
Foto: Maikel Jefriando |
Belanja negara terdiri dari porsi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.148,6 triliun, yang meliputi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan non K/L. Selanjutnya transfer ke daerah sebesar Rp 710,9 triliun.
"Pada akhir tahun, dana transfer daerah yang tadinya ditunda sudah dibayarkan kembali keseluruhan," tegas Sri Mulyani.
Realisasi ini masih dianggap angka sementara, karena sesuai dengan prosedur, realisasi harus diaudit terlebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK kemudian akan menyampaikan hasil audit yang biasanya terjadi pada pertengahan tahun. (mkl/wdl)












































Foto: Maikel Jefriando