Realisasi APBN P 2016: Penerimaan Negara Rp 1.551 T dan Defisit 2,46%

Realisasi APBN P 2016: Penerimaan Negara Rp 1.551 T dan Defisit 2,46%

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 03 Jan 2017 12:42 WIB
Realisasi APBN P 2016: Penerimaan Negara Rp 1.551 T dan Defisit 2,46%
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Periode Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 telah selesai. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mencatat belanja negara sebesar Rp 1.859,5 triliun (89,3%).

Dengan penerimaan negara Rp 1.551,8 triliun (86,9%), maka defisit mencapai 2,46% terhadap PDB.

"Defisit APBN P 2016 adalah sebesar 2,46%," ungkap Sri Mulyani, dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerimaan negara meliputi perpajakan Rp 1.283,6 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 262,4 triliun, serta hibah Rp 5,8 triliun.

"Penerimaan pajak secara umum mengalami pertumbuhan 4,2%, namun kalau dilihat realisasinya lebih rendah Rp 33 triliun dari outlook yang telah disampaikan waktu saya baru menjadi Menkeu," paparnya.

Realisasi APBN P 2016: Penerimaan Negara Rp 1.551 T dan Defisit 2,46%Foto: Maikel Jefriando


Belanja negara terdiri dari porsi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.148,6 triliun, yang meliputi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan non K/L. Selanjutnya transfer ke daerah sebesar Rp 710,9 triliun.

"Pada akhir tahun, dana transfer daerah yang tadinya ditunda sudah dibayarkan kembali keseluruhan," tegas Sri Mulyani.

Realisasi ini masih dianggap angka sementara, karena sesuai dengan prosedur, realisasi harus diaudit terlebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK kemudian akan menyampaikan hasil audit yang biasanya terjadi pada pertengahan tahun. (mkl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads