Sri Mulyani: Ekonomi RI 2016 Sangat Mendekati Target APBN

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 03 Jan 2017 12:57 WIB
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Meskipun banyak gejolak yang terjadi selama 2016, Indonesia masih mampu menunjukkan kondisi ekonomi yang cukup baik. Bahkan bila dilihat dari asumsi makro ekonomi, realisasinya bahkan mendekati target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016.

"Kalau kita lihat hasilnya, itu sangat mendekati target yang ada pada APBN," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2016).

Pertumbuhan ekonomi, dalam APBN P 2016 dipatok sebesar 5,2%. Perkiraan pemerintah bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5% selama setahun ke belakang. Inflasi, dari asumsi 4%, realisasinya adalah 3,02%.

Selanjutkan tingkat bunga SPN 3 bulan yaitu 5,7% atau sedikit lebih tinggi dibandingkan asumsi yang sebesar 5,5%. "SPN 3 bulan memang kita agak sedikit lebih tinggi yaitu 5,7%," ujarnya

Nilai tukar rupiah, angka realisasi untuk rata-rata dalam setahun adalah Rp 13.307/US$ atau menguat dibandingkan asumsi sebelumnya Rp 13.500/US$.

"Nilai tukar rupiah menggambarkan kondisi yang cukup positif karena mengalami apresiasi," paparnya.

Harga minyak mentah Indonesia adalah US$ 40 per barel atau sesuai asumsi dalam APBN P 2016. Lifting minyak adalah 829 ribu barel per hari atau lebih tinggi dibandingkan asumsi dan gas sebesar 1,18 juta barel setara minyak. (mkl/ang)