Pemerintah Tak Serius Jadikan Pertamina Besar

Pemerintah Tak Serius Jadikan Pertamina Besar

- detikFinance
Senin, 11 Apr 2005 14:45 WIB
Jakarta - Pemerintah dianggap tidak serius menjadikan Pertamina sebagai perusahaan berkelas dunia. Pasalnya yang saat ini terjadi justru image Pertamina buruk karena dianggap sebagai perusahaan yang tidak bisa membayar atas impor minyak yang dilakukan."Ini sangat memalukan perusahaan nasional Indonesia yang memiliki nama besar di masa lalu harus tebal muka di hadapan importir karena L/C-nya akan jatuh tempo bulan depan dan terancam tak terbayar atas impor minyaknya," kata Direktur Eksekutif Masyarakat energi dan Mineral Indonesia (MEMI) A Supriyatna dalam siaran persnya, Senin (11/4/2005).Pernyataan MEMI ini disampaikan menyusul adanya pemberitaan yang menyebutkan Pertamina mengalami kesulitan dalam pembukaan L/C karena masih belum memenuhi kewajibannya sebesar Rp 9 triliun.Dampak pasti yang akan dialami oleh Pertamina dengan tidak cairnya L/C ini adalah Pertamina tidak akan mendapat pasokan minyak dari luar negeri yang jumlahnya bisa mencapai 400.000 barel per hari. Padahal, setiap hari Pertamina membutuhkan dana yang tidak kecil yaitu US$ 20 juta bagi pembelian minyak mentah untuk mempertahankan pasokan 22 hari bagi keperluan BBM dalam negeri."Keadaan ini tidak main-main, negara bisa kacau kalau sampai keadaan Pertamina dibiarkan seperti ini sehingga pasokan BBM hilang di masyarakat bulan-bulan depan ini," ujar Supriyatna.Dalam kesempatan itu Supriyatna juga mengungkapkan selain faktor L/C dan subsidi yang tak kunjung cair, banyak sekali masalah lain yang membebani Pertamina seperti halnya klaim KBC sebesar US$ 300 juta. "Banyak soal lain yang akan membangkrutkan Pertamina disamping ketidakpercayaan importir. Masalah klaim KBC sebesar US$ 300 juta tentunya juga menambah beban perusahaan," demikian Direkur Eksekutif MEMI A Supriyatna. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads