Untuk menutup defisit anggaran tersebut, maka pemerintah menerbitkan surat berharga negara (SBN) netto Rp 407,3 triliun atau 111,6% dari APBN-P 2016. Sementara penerbitan SBN gross adalah Rp 651,8 triliun.
"SBN netto yang diterbitkan mencapai Rp 407,3 triliun," ungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Maikel Jefriando |
Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada sedikit kenaikan. Di mana atas hasil audit, SBN yang diterbitkan selama 2015 adalah Rp 362,3 triliun, atau 121,7% dari APBN-P 2015.
Sementara itu, untuk pembayaran cicilan utang pokok luar negeri selama 2016 tercatat mencapai Rp 68,7 triliun. "Kami konsisten menjaga defisit di bawah 3% dengan rasio utang yang terjaga rendah," tegas Sri Mulyani. (mkl/wdl)












































Foto: Maikel Jefriando