Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Jan 2017 12:51 WIB

Beda dengan Sapi, Daging Kerbau India Tak Banyak Lemak

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Daging kerbau impor asal India sudah beredar di pasar dan dijual dalam kondisi beku. Namun, konsumen kerap meminta daging beku itu dicairkan dan lemaknya dibersihkan.

Menurut Ketua Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), Ahmad Hadi, mengatakan sebenarnya daging kerbau tidak perlu dicairkan pedagang dan dibersihkan lemaknya. Ia menyebut daging kerbau beku itu tidak mengandung banyak lemak.

"Secara fisik, daging kerbau dari India ini tidak banyak mengandung lemak, beda dengan daging sapi. Jadi seharusnya tidak perlu dibersihkan lagi," kata Ahmad, ketika dihubungi detikFinance, Rabu (4/1/2016).

Konsumen daging kerbau impor ini lebih banyak restoran padang atau pun makanan olahan seperti penjual bakso. Distributor menjual daging kerbau dalam kondisi beku ke pedagang.

"Kami juga menjual daging paha belakang kerbau beku ke rumah makan Padang, untuk dibuat rendang, selama ini tidak perlu dicairkan dan dibersihkan lemaknya karena memang sudah bersih/ tanpa lemak," kata pria yang akrab disapa Hadi itu.

Dia mengatakan, mencairkan dan membersihkan lemak daging merupakan kebiasaan lama pedagang. Ia menyarankan, sebaiknya konsumen membeli daging dalam kondisi beku karena masih steril.

"Ini lebih karena kebiasaan di pasar, yang selalu mencairkan daging bekunya, padahal konsumen setelah membeli daging lalu menyimpan dagingnya di kulkas," kata Ahmad.

Padahal, daging beku yang dicairkan akan menambah beban biaya ke konsumen.

"Ada susut karena pencairan daging tersebut, yang dibebankan ke pembeli," kata Hadi. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com