Meski di tahun 2015 merupakan pengecualian karena sedang dilakukan markdown kapal, di mana tidak diberlakukannya pungutan terhadap kapal yang dilakukan markdown, jumlah ini terbilang salah satu yang terbesar sepanjang sejarah KKP.
"Tahun ini khusus dari PNBP Sumber Daya Alam adalah Rp 360,85 miliar. Meskipun 2015 tidak banyak yang dipungut karena pembenahan, tapi 2016 salah satu yang tertinggi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar dalam jumpa pers di Gedung Mina Bahari II, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (5/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini diketahui masih ada banyak kapal yang dilakukan markdown atau pengukuran ulang kapal. Belum lagi ada surat edaran dari Ditjen Hubla yang mewajibkan kapal melakukan markdown. Hal ini semakin memberikan optimisme PNBP KKP ke depan bisa lebih besar lagi.
"Harapannya, usaha kita potensinya dari kapal yang markdown, dari peralihan alat tangkap, makin banyak kapal yang mengarah ke laut lepas walaupun effort-nya masih tinggi," ungkap Direktur Pengendalian Penangkapan Ikan, Saifuddin dalam kesempatan yang sama.
Dengan proyeksi seperti itu, PNBP tahun 2017 mendatang diharapkan bisa naik hingga 3 kali lipat sebanyak Rp 900 miliar.
"Target tahun 2017, pemerintah bersama sudah sepakat dalam APBN 2017 sebesar Rp 950 milar," pungkasnya. (ang/ang)










































