Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Jan 2017 18:57 WIB

Cerita Mentan 5 Kali Minta KPK Tempatkan Orang di Kementan

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menceritakan upayanya mencegah praktik korupsi maupun suap di Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya dengan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan pegawainya di Kementan.

Amran mengatakan, sempat meminta 3 kali ke KPK menempatkan pegawainya di Kementan. Namun, KPK tak juga meresponsnya. Amran kembali meminta sekali lagi, tapi tetap saja KPK tak memberi jawaban.

Akhirnya, setelah meminta untuk kelima kalinya, KPK memenuhi permintaan Amran.

"Tiga kali (permintaan) tidak ada, yang keempat, tolong lah, aku ini nggak tahu hukum. Niat kami itu baik, tapi tidak tahu kalau ada regulasi yang jadi keliru. Pak Agus, Pak Laode, diundang ke kantor, ngomong kelima kali, minta satu orang saja, satpamnya juga nggak papa. Alhamdulillah, diberi 3 orang dipenuhi," ujar Amran, dalam acara Rakernas Pembangunan Pertanian 2017 di Menara Bidakara, Jakarta Kamis (5/1/2017).

Selain KPK, Amran juga meminta Kejaksaan menempatkan pegawainya di Kementan. Permintaan ini dipenuhi dengan menempatkan satu orang jaksa di Kementan.

"Itu juga minta satu orang, supaya pegawai yang tandatangan, diperiksa sebelum saya tandatangan. Ada eselon empat yang ditangkap karena salah tandatangan, nangis, motor saja tidak punya, tapi memang salah. Aku beri support mereka, sesuai hukum salah, sekarang sudah ada satgas Kejaksaan, KPK," imbuhnya.

Bahkan Amran meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyadapan di bawah jajarannya.

"Ketemu Pak Kapolri, aku minta juga yang tahu hukum, di TNI juga, tinggal pilih siapa yang mau disadap. Oh disadap semua, termasuk saya, jauh lebih penting pencegahan yang kita lakukan," kata Amran. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com