Kedatangan dirinya untuk mengecek kondisi serta stok tanaman cabai di sana. Selain itu, untuk bertemu sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani Pangudi Makmur.
Kepada para petani, Spudnik meminta supaya tidak terpengaruh dengan ramainya pemberitaan tentang harga cabai yang sedang tinggi. Ia meminta supaya petani tidak menjual cabai, khususnya rawit merah terlalu tinggi.
Foto: Fadhly Fauzi RachmanDirjen Kementan bertemu kelompok tani di Temanggung |
"Di media, kita lihat harga (cabai rawit merah) Samarinda (Kalimantan Timur) Rp 220.000/kg. Padahal saya cek hanya Rp 70.000/kg. Jadi itu artinya sengaja dinaikkan, sehingga petani kita jadi panik. Walaupun memang nggak salah juga petani jadi jual mahal," ungkap Spudnik di lokasi, Sabtu (7/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, jika itu terjadi, maka yang paling banyak menikmati untung adalah pedagang.
"Untung boleh, saya senang kalau petani untung. Cuma yang masalahnya, bapak jual harga kan misalnya Rp 50.000/kg, mereka kemudian (pedagang) jual Rp 100.000/kg. Yang menikmati siapa? Ya pedagang. Itu yang saya nggak ikhlas, kalau petani yang untung boleh," kata dia.
Spudnik juga mengatakan, petani memang bebas menentukan harga. Tapi, ia meminta supaya petani juga memiliki batas dalam mengambil keuntungan.
Foto: Fadhly Fauzi RachmanDirjen Kementan bertemu kelompok tani di Temanggung |
"Memang terus terang saya katakan, tidak ada yang melarang, bapak mau jual (cabai) berapapun boleh, sawah sawah bapak, cabai cabai bapak, mau jual sekian bisa. Saya juga nggak ingin petani rugi, tapi saya hanya ingin (harganya) stabil saja," katanya.
Sebab, kata dia, dengan tingginya harga cabai seperti saat ini, yang paling merasakan adalah konsumen. Terutama rakyat kecil.
"Kasihan tukang becak, katanya beli cabai Rp 3.000 nggak dikasih, kalau beli Rp 5.000 cuma dikasih beberapa biji. Bapak tega nggak lihat mereka? Mereka nggak punya. Jadi saya imbau melalui kelompok tani, boleh untung tapi jangan meroket, yang stabil saja," tuturnya.
(hns/hns)












































Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Foto: Fadhly Fauzi Rachman