"Kita hanya pantau itu saja (stok cabai), bahwa barang itu ada. Masalah harga itu sudah relatif, di luar jangkauan kita. Sama-sama kita jualan, ya sama-sama kita tentukan harga. Tapi saya ingin buktikan barang itu ada," ungkap Spudnik kepada detikFinance di Temanggung, Sabtu (7/1/2017).
Foto: Fadhly Fauzi Rachmancabai rawit |
Ia pun mengungkapkan, tingginya harga cabai, khususnya rawit merah tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, kata dia, cabai bukanlah makanan pokok untuk dikonsumsi.
"Kan dia sebagai pelengkap. Setiap rumah tangga kan mengonsumsi cabai itu hanya berapa, sehari satu bulan mungkin berapa ons saja," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Fadhly Fauzi RachmanCabai rawit |
Ia pun kembali menegaskan, bahwa kebutuhan cabai untuk masyarakat Indonesia sampai bulan Februari masih tercukupi.
"Jadi, bahwa barang untuk produksi, untuk Januari, dan perkiraan Februari, dari sisi produksi cabai Insya Allah tersedia," tutupnya.
(hns/hns)












































Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Foto: Fadhly Fauzi Rachman