Ketiga ruas jalan tol tersebut yakni tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol yakni PT Jasa Marga Tbk, PT Waskita Tbk dan PT Sumber Mitra Jaya sepakat untuk menjaga ritme pekerjaan dan bisa selesai tepat waktu untuk fungsional. Sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan arus mudik lebaran tahun ini.
"Kunjungan kali ini ada dua tujuannya yaitu memastikan jalan tol Trans Jawa Jakarta-Surabaya sepanjang 650 km ditargetkan selesai 2018. Kedua adalah untuk meyakinkan mudik 2017 akan bisa tembus tidak hanya sampai ke Pemalang tapi akan bisa sampai ke Ngaliyan, Semarang. Walaupun fungsional namun sudah dilapisi beton," tutur Basuki usai melakukan kunjungan ke ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang, seperti dikutip detikFinance, Minggu (8/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Pada kesempatan tersebut, Basuki didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadie Moerwanto, Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Rahman Arif, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Herry Marzuki dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.
"Secara keseluruhan berdasarkan aspek prasarana, mudik tahun ini bisa lebih baik dari tahun 2016," tambah Basuki.
Dengan fungsionalnya jalan tol trans Jawa sampai Semarang, alternatif untuk rekayasa lalu lintas semakin banyak, karena arus lalu lintas terpecah tidak lagi hanya terfokus di Brebes Timur seperti tahun lalu.
"Kalau nanti di Ngaliyan itu berfungsi arus dapat terpecah di Brebes, untuk langsung menuju Purwokerto jadi sudah banyak alternatif untuk rekayasa lalu lintas," kata Basuki.
Foto: Istimewa |
Untuk diketahui, jalan tol Pejagan-Pemalang memiliki panjang 57,5 km dan terdiri dari 4 seksi. Untuk seksi 1 dan 2 hingga keluar Brebes Timur telah dioperasikan pada Juni 2016 lalu.
Sedangkan untuk ruas tol Pemalang-Batang memiliki panjang 39 km, meskipun memiliki target beroperasi Desember 2018, Basuki juga menargetkan dapat fungsional pada musim mudik kali ini.
"Jalan tol Pemalang-Batang memiliki total panjang 39 km ada beberapa kilometer yang kualitas tanahnya sulit, istilahnya soft soil, sehingga perlu treatment dan tadi sudah disepakati dilakukan dengan metode vacuum," tambah Basuki.
Basuki menambahkan, pada akhir Januari nanti penanganan vacuum tersebut akan diperiksa kembali perkembangannya apakah bisa selesai atau tidak.
Apabila tidak selesai, akan dicari solusi lainnya sehingga saat musim mudik 2017 tetap dapat berfungsi. Saat ini, progres konstruksi ruas tol Pemalang-Batang mencapai 6,63% dan pembebasan lahan mencapai 80,80%.
Sedangkan ruas tol Batang-Semarang yang telah di groundbreaking pada April 2016, Basuki mengatakan, dari hasil peninjauan menunjukkan bahwa beberapa lokasi sudah dapat dilalui. Sehingga meski ditargetkan baru akan beroperasi pada Desember 2018, namun pada arus mudik tahun ini sudah fungsional dapat dilalui pemudik.
Ruas yang memiliki panjang 75 km tersebut, terdiri dari 5 seksi. Progres konstruksinya telah mencapai 10,95% dan pembebasan lahan mencapai 65,15%. (wdl/drk)












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa