Kepala Bulog Subdivre XI Jember Khozin menjelaskan, penyerapan beras kualitas premium dari petani ini dimanfaatkan untuk stok operasi stabilisasi harga dan penyedia program Rumah Pangan Kita (RPK).
"Bulog menyerap beras kualitas premium dan diolah oleh UPGB (Unit Pengolahan Gabah dan Beras). Bulog Jember mendapatkan target sebanyak 2.950 ton selama tahun 2017 ini," kata Khozin, Minggu (8/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak ada patokan pasti berapa harga gabah petani. Jika kualitasnya bagus, maka kami juga bisa membelinya dengan harga yang cukup tinggi," katanya.
Bulog Jember pernah melakukan penyerapan beras kualitas premium pada tahun 2015 lalu. Saat itu, hasil serapan beras Bulog juga diperuntukkan distribusi beras miskin (raskin) yang saat ini disebut sebagai beras sejahtera alias rastra.
"Pada tahun 2016 lalu, program ini ditiadakan. Kemudian baru dimulai lagi tahun 2017 ini, namun bukan untuk raskin lagi karena raskin sudah ditetapkan menggunakan beras PSO (Public Service Obligation) atau beras kualitas medium," jelasnya.
Penyerapan beras dan gabah setara beras PSO tahun 2017 Jember ditargetkan sebanyak 70.000 ton, atau menurun sekitar 5.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Pedomannya yakni Instruksi Presiden (Inpres) nomor 5 tahun 2015 tentang penyerapan gabah dan beras PSO.
"Untuk GKS (Gabah Kering Sawah) dihargai Rp 3.700 per kilogram, GKG (Gabah Kering Giling) Rp 4.650 per kilogram dan beras Rp 7.300 per kilogram," tuturnya. (drk/drk)











































