Dalam pembangunan tahap pertama, akan ada tiga rute yang terhubung, yakni Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km, yang saat ini telah mencapai progres 17%, Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km yang saat ini mencapai progres 12%, dan Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km dengan progres saat ini sekitar 2%.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan proses yang lancar hingga saat ini, diharapkan bangunan infrastrukturnya bisa selesai pada medio 2018 mendatang. Setelah itu, baru dilakukan instalasi sistem untuk keretanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pertengahan 2018 itu baru infrastrukturnya selesai. Setelah itu baru rolling stock. Bisa digunakan jadinya 2019 lah, kira-kira bulan Maret," tambahnya.
Ia berharap, dengan adanya LRT ini, Bekasi dan Bogor akan mendapatkan satu solusi, di mana nantinya ini juga akan terintegrasi dengan MRT yang dijadwalkan selesai dengan waktu yang sama.
"Jadi memang untuk tahap awal ini, kereta ini akan sampai Cibubur. Tapi future nya ini akan sampai Bogor. Karena sekarang ini, dari 800 ribu penumpang Commuter di Jakarta, kurang lebih 30% dari Bogor. Jadi kita akan melakukan suatu manajemen antarmoda kereta api, jalan LRT dengan baik," jelasnya.
Meski begitu, saat ini penandatangan kontrak LRT belum dilakukan. Kondisi ini membuat Adhi Karya masih menggunakan seluruh kas pribadinya untuk menalangi proyek ini.
Penandatanganan kontrak dijadwalkan akhir bulan ini, setelah menunggu finalisasi angka dari konsultan yang ditunjuk pemerintah. Proyek LRT ini merupakan proyek strategis nasional ini.
"Kontrak sebenarnya masalah waktu saja. Karena Perpres itu mengatakan, bahwasanya Perhubungan bisa mengeluarkan kontrak setelah angka dari konsultan bisa jalan. Kami sudah berikan semacam surat jaminan, menjelaskan bahwasanya proyek ini direncanakan oleh Kemenhub, dilaksanakan oleh Adhi Karya dengan waktu-waktu yang tadi. Based on kontrak definitif akan kita lakukan pada saat perhitungan dari konsultan itu selesai," tukas Budi. (drk/drk)











































