Amran mengatakan, selama Indonesia masih memproduksi jagung, maka pemerintah terus menekan impor.
"Mimpi kita adalah paling lambat tahun 2018 sudah swasembada jagung. Sekian puluh tahun kita impor dari Argentina, Belgia dengan Amerika," ujar Amran saat mengunjungi PTPN XIV di Takalar, Sulawesi Selatan, dalam keterangan tertulis, Senin (9/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu capaian tertinggi sepanjang sejarah republik ini. Dulu tiap tahun naik impor dari 2 lalu 5 persen," terang Amran.
Dalam upaya swasembada pangan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Polri dan TNI. Alasannya, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.
Polri menyambut baik upaya Kementan melibatkan semua pihak, secara khusus Polri dan TNI, dalam upaya swasembada pangan.
"Di mana TNI sudah terjun ke persawahan di padi dan beras, kemudian Polri menyusul bersama-sama bergandengan tangan dengan para petani untuk mendukung itu semua. Masalah keamanan dijamin. Ini Kapolda, saya perintahkan untuk memperhatikan ini," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin, saat mendampingi Mentan Amran di Takalar. (idr/hns)











































