Harga Minyak Dunia Naik Lagi
Selasa, 12 Apr 2005 11:18 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia pada pekan ini kembali naik setelah pekan kemarin turun akibat OPEC yang akan menambah kuota produksi dan berakhirnya pemogokan di Nigeria.Harga minyak jenis Light Sweet di pasar New York untuk pengiriman bulan Mei naik 39 sen dolar menjadi US$ 53,71 per barel. Di London, minyak jenis Brenth North Sea juga alami kenaikan harga 20 sen dolar menjadi US$ 53,09 per barel."Saya kira ini adalah upaya teknikal dalam jangka pendek. Pasar tengah melakukan konsolidasi setelah pekan lalu turun," kata Marshall Steeves analis dari Refco sebagaimana dikutip AFP, Selasa (12/4/2005).Awal pekan lalu harga minyak dunia sempat mencapai posisi tertingginya yakni US$ 58 per barel di New York dan US$ 57,65 per barel di London sebagai akibat kekhawatiran atas melonjaknya kebutuhan bensin menjelang musim panas di Amerika Serikat."OPEC mesti segera melakukan langkah yang bisa memberikan ketenangan di pasar," kata Veronica Smart dari Energy Information Centre.Sebelumnya Presiden OPEC Sheikh Ahmed Fahd al-Sabah memastikan bahwa mulai bulan Mei mendatang akan menambahkan kuota produksinya 500.000 barel per hari. Dikatakannya langkah OPEC ini tidak semata-mata untuk menekan harga minyak namun lebih sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan yang diperkirakan dalam triwulan ketiga ini akan naik menjadi 28,5 juta barel per hari dari negara OPEC di luar Irak.Sementara itu kabar yang cukup baik juga datang dari Nigeria yang menyebutkan aksi pemogokan pekerja tambang minyak tidak dilanjutkan. Selama ini Negeria dikenal sebagai negara produsen minyak terbesar di Afrika dimana produksinya mencapai 2,5 juta barel per hari.Pada Rabu pekan lalu harga minyak dunia turun menyusul adanya informasi cadangan minyak Amerika yang per 1 April 2005 naik 2,4 juta barel menjadi 317,1 juta bare. Sedangkan kondisi kilang pengolahan juga bagus yakni mampu mencapai kapasitas 93,7 persen atau naik dibandingkan sebelumnya yang hanya 91,1 persen. Kondisi itu diyakini mampu mengatasi kemungkinan melonjaknya kebutuhan BBM terutama bensin menyusul liburan bulan depan karena memasuki musim panas sehingga banyak orang pergi ke luar rumah dengan kendaraannya.
(san/)











































