"Pertama pertumbuhan ekonomi kita patut bahagia bahwa pada 2016 pada semester II pertumbuhan ekonomi kita 5,18. Kemudian triwulan ketiga turun dikit, dan kita harap tahun ini ekonomi tumbuh minimal 5,4 persen. Tapi kalau kita bandingkan dengan negara lain, angka ini membanggakan," tutur Jokowi di Assembly Hall JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
Pernyataan ini dia sampaikan di hadapan seluruh kader PDI-P yang hadir, juga Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Hadir pula Ketua MPR Zulkifli Hasan dan para menteri Kabinet Kerja. Pada setiap menghadiri undangan acara partai politik, Jokowi memang memaparkan program-program pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyampaikan data gini ratio, Jokowi cerita tentang pembangunan di perbatasan. Dia memamerkan pos perbatasan di Entikong yang kini lima kali lebih baik dari milik Malaysia.
"Ini bukan soal kemewahan, tetapi ini etalase kita," ujar Jokowi.
Selain Entikong, ada pula pos perbatasan di Motaain yang berbatasan dengan Timor Leste.
"Jika dulu penduduk RI berfoto di pos Timor Leste, kini giliran warga di sana yang berfoto di Motaain," kata Jokowi.
"Kita resmikan bandara di Miangas, yang juga sudah saya coba saya datang ke Miangas ada kurang lebih 200 KK, 800 jiwa, pulaunya kecil saya muter ke sana. Sekarang rutin seminggu sekali pesawat ke Miangas, ada, dan harus ada," ungkap Jokowi.
Jokowi menegaskan, pemerintah saat ini fokus pada pemerataan ekonomi. Dia bercerita bagaimana menetapkan harga BBM di Papua menjadi sama dengan di Jawa.
"Ini bukan masalah harga, ini masalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita masih punya PR, masalah semen, kita berusaha harga-harga sama," ungkap Jokowi.
Jokowi kemudian menyebutkan sudah ada 88 juta Kartu Indonesia Pintar dibagikan di 2015 dan 17 juta di 2016. Ada pula tanah adat yang sudah dibagikan kepada masyarakat.
(bag/hns)











































