Saat sidak di Pasar Sidoharjo Kecamatan Lamongan, Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati dan Sekretaris Kabupaten, Yuhronur Efendi berdialog dengan beberapa pedagang cabai. Para pedagang mengakui harga cabai sudah turun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Salah satu pedagang, Supandi mengungkapkan di hadapan Fadeli harga cabai saat ini sudah turun menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Namun Fadeli juga mendapati ternyata beberapa pedagang mengambil pasokan cabai dari luar daerah. Padahal di Lamongan saat ini sedang panen cabai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Eko SudjarwoBupati dan Wakil Bupati Lamongan cek harga cabai |
"Lamongan ini juga melimpah dengan hasil panen cabai. Jika kita bisa menjaga rantai distribusi cabai ini tetap di wilayah Lamongan, tentu fluktuasi harga tidak akan terjadi," kata dia, Selasa (10/1/2017)
Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lamongan menyebutkan tahun ini luas panen cabai di Lamongan mencapai 3.555 hektar dengan produksi sementara sebesar 37.240 kuintal. Sementara luas panen cabai di tahun 2015 tercatat 3.550 hektar dengan produksi mencapai 43.699 kwintal. Tanaman cabai di Lamongan sebagian besar tersebar di kecamatan Solokuro dan sekitarnya.
Hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan di minggu pertama bulan ini, harga cabai jenis rawit di Pasar Mantup dan Babat dijual sebesar Rp 85 ribu per kilogram. Naik dari harga sebelumnya yang di kisaran Rp 65 ribu per kilogram.
Fadeli mengatakan, Solokuro dan kecamatan di sekitarnya selama ini dikenal sebagai sentra produksi cabai di Lamongan. Sehingga ketika daerah lain mengalami kenaikan harga cabai yang tinggi, di Lamongan tidak terlalu terpengaruh, karena masih bisa dicukupi dengan produksi sendiri. Dia menyebut akan terus konsisten mengawal pertanian di Lamongan agar semakin berkembang.
"Tidak hanya untuk komoditas jagung yang sudah dibuatkan kawasan modern terintegrasi, tapi juga untuk komoditas lainnya, termasuk cabai," jelasnya.
Selama tahun 2016, luas panen cabai di Lamongan tercatat mencapai 3.555 hektar dengan angka produksi yang masih sementara, mencapai sebesar 37.240 kuintal. Sedangkan di tahun 2015 luas panen padi mencapai 3.550 hektar dengan produksi sebesar 43.699 kuintal. (hns/hns)












































Foto: Eko Sudjarwo