Produksi garam nasional pada 2016 hanya sebesar 144.009 ton. Produksi garam rakyat menurun diakibatkan anomali cuaca dan la nina dengan curah hujan tinggi.
"Mau la nina enggak la nina di 2017 bangun gudang garam," kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi saat acara Refleksi 2016 dan Outlook 2017 Ditjen Pengelolaan Ruang Laut di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (10/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, pembangunan 6 unit gudang garam tersebut akan diterapkan sistem resi gudang (SRG), yang mana para petani garam bisa menyimpan hasil produksinya tanpa harus membayar sewa terlebih dahulu, sehingga diharapkan dengan sistem tersebut para petani mampu meningkatkan produksi garamnya.
Untuk investasi, kata Brahmantya, setidaknya dibutuhkan sekitar Rp2 miliar per gudang, dengan kata lain investasi. Unit gudang garam membutuhkan sekitar Rp12 miliar.
"Masing-masing 2.000 ton kapasitas. anggaran Rp1,8 miliar-Rp2 miliar pergudangan lengkap. khusus nampung garam rakyat," kata dia. (hns/hns)










































