Dengan dinamakan Banyuwangi Mall ini, para pelaku UMKM dapat memasarkan produk-produk asli Banyuwangi di situs www.banyuwangi-mall.com.
"UMKM di desa kita ini hebat-hebat, tapi tidak ada jembatan ke dunia global. Maka negara harus hadir di e-commerce, namanya digital market place. Maka Banyuwangi juga telah menyediakan Banyuwangi Mall berbasis online," ungkap Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Ana dalam Seminar Nasional di Gedung Bappenas, Rabu (11/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita di Banyuwangi sampai ada jualan kambing lewat online, itu lebih baik. Kalau di Jakarta kan ada jual orang lewat online," canda Azwar diiringi tawa para hadirin.
Selain belanja online, Azwar mengatakan, Banyuwangi juga memiliki beberapa program inovasi lainnya. Seperti perlindungan terhadap anak-anak bernama Banyuwangi Children Center.
"Satgas perlindungan anak, Banyuwangi Children Center, saya tidak peduli dengan sistem yang canggih tapi partisipasi publik tidak ada. Di situ ada sistem yang mengatur, kemarin ada tetangga, kami punya SOP paling lambat 4 jam komplain sudah harus ditangani. Masalah apapun tentang anak," ungkapnya.
Selain itu, ada juga beberapa program inovatif lainnya yang telah ada di Banyuwi, antara lain Layanan UGD Kemiskinan, atau unit reaksi cepat untuk menangani orang miskin, dengan waktu pelayanan maksimal 4 jam, hanya dengan mengirim SMS, dan beberapa program inovatif lainnya.
Lebih lanjut dirinya menilai, pemerintah daerah haruslah dapat membuat inovasi sendiri yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya, tanpa perlu mengikuti kemajuan daerah lainnya.
"Kita tidak harus membuat hal yang seragam dengan daerah lain, cukup menyesuaikan apa yang kita punya untuk membuat masyarakat lebih sejahtera," tutur dia. (ang/ang)











































