Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Sri Lanka Gayantha Karunatileka, seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (11/1/2017).
Dana Moneter Internasional atau IMF sebelumnya memperingatkan bahwa kondisi fundamental ekonomi Sri Lanka sangat mengkhawatirkan. Khususnya cadangan devisa yang berada pada titik yang buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cadangan devisa di akhir Desember adalah US$ 6,06 miliar, naik dari sebelumnya hanya US$ 5,64 miliar.
Bank Dunia juga sempat menyuntikkan dana US$ 1,34 miliar untuk berbagai proyek pada rentang waktu tersebut.
Saat ini kondisi utang Sri Lanka sangat mengkhawatirkan. Negara ini memiliki utang luar negeri mencapai US$ 58,3 miliar dan 95,4% dari seluruh pendapatan negaranya dipergunakan untuk membayar utang.
Artinya, dari setiap US$ 1.000 pendapatan negara, hanya US$ 4,6 saja yang dapat dipergunakan untuk membiayai pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. (mkj/dna)











































