"Ini juga bukan angka yang mudah diperoleh," kata Jokowi saat pertemuan awal tahun pelaku Industri Jasa Keuangan di Istana Negara, Jumat (13/1/2017).
Jokowi menjelaskan, kondisi ekonomi dunia masih dalam perlambatan. Dalam dua tahun terakhir muncul persoalan serius yang datang dari Yunani, Inggris, China hingga Amerika Serikat (AS). Paling dekat adalah ketidakpastian yang datang pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kita menginginkan agar optimis, jangan ada kata-kata pesimis. Kesulitan apapun, tantangan apapun harus dihadapi dengan rasa optimisme. Karena ini masalahnya psikologis," ujar Jokowi.
Dari sisi inflasi, raihan 3,02% juga terhitung cukup bagus. Di mana artinya masyarakat tetap mendapatkan keuntungan atas selisih dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
"Saya selalu sampaikan apa sih hubungan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Percuma pertumbuhan ekonomi 6% tapi inflasi 9%, ya rakyat tekor. Tapi hal seperti itu secara sederhana enggak pernah disampaikan kepada rakyat. Apa manfaat inflasi dan manfaat dari pertumbuhan ekonomi," paparnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengambil peran dalam stabilisasi sistem keuangan nasional. Di antaranya adalah dengan peningkatan konstribusi sektor jasa keuangan dalam menyediakan pembiayaan bagi berbagai kegiatan usaha, dari kelas kecil, menengah hingga besar secara jangka pendek maupun jangka panjang.
Di samping itu penyaluran kredit juga diarahkan ke sektor-sektor ekonomi prioritas seperti infrastruktur, pangan dan energi, kemaritiman, kesehatan dan sektor-sektor prioritas Iainnya
"Untuk tahun 2017, kami telah menyiapkan beberapa inisiatif yang akan berfokus pada 2 hal, yakni upaya meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembangunan ekonomi nasional serta upaya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan," terang Muliaman ada kesempatan yang sama. (mkj/ang)











































