Ketua KEIN, Soetrisno Bachir mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3% tahun 2017. Hal ini didasari oleh dua faktor. Di antaranya dari faktor global, di mana perbaikan harga komoditas berpeluang menjadi penggerak mesin perekonomian.
Selain itu, lembaga-lembaga perekonomian dunia juga memiliki proyeksi yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017. Hal ini ditunjukkan di antaranya dengan kinerja pasar modal yang tetap prospektif, sehingga menunjukkan adanya sentimen positif yang kuat dan berperan sebagai alternatif sumber pembiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus 2017, dengan melihat dua faktor tersebut, maka kemudian KEIN yakin, kita (Indonesia) dapat tumbuh 5,3%," kata Soetrisno dalam jumpa pers usai CEO Meeting di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
KEIN meyakini, 5,3% dapat diwujudkan melalui strategi meningkatkan pertumbuhan secara nasional dan di daerah. Secara nasional, investasi harus bisa tumbuh paling tidak 10%, dan percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur strategis nasional.
Sedangkan di daerah, pertumbuhan ekonomi berbasis konektifitas kewilayahan yang spesifik dan lebih terarah diyakini mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional 5,3%.
"Jadi kita harus ciptakan iklim yang kondusif, sehingga investasi bisa tumbuh 10%, dan didorong ke sektor rill," tutur dia.
Sedangkan di regional, kita melihat, ada 17 provinsi yang tumbuh di atas rata-rata nasional. Misalnya Aceh, untuk mengembangkan ekspor paling banyak dari rempah. Maka KUR harus didorong ke sana, agar ekspornya meningkat. Makanya kebijakannya harus lebih spesifik dan terarah," pungkasnya.
(mkj/mkj)











































