Ketua MPR: Kita Butuh Pengusaha Muda

Ketua MPR: Kita Butuh Pengusaha Muda

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 15 Jan 2017 10:27 WIB
Ketua MPR: Kita Butuh Pengusaha Muda
Zulkifli Hasan, Ketua MPR (Foto: Nathania Riris Michico-detikcom)
Jakarta - Di hadapan peserta Rapat Kerja Nasional Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), di masjid Al Furqon Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jawa Barat, Sabtu (14/1), ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengharapkan percepatan lahirnya generasi entrepreneur. Tidak semua harus menjadi dosen atau pegawai negeri. Tetapi harus ada pula yang menjadi pengusaha.

Untuk itu, semua pihak harus mendorong lahirnya usahawan muda. Ini penting, kata Zulkifli agar perekonomian Indonesia tidak melulu dikuasai orang asing, atau segelintir orang. Tetapi juga bisa dikuasai umat Islam.

"Tidak sepatutnya kita hanya menonton orang lain menjadi pelaku ekonomi. Tetapi kita juga harus bisa menjadi penguasa ekonomi", kata Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya dengan cara itu, kata Ketua MPR, masyarakat Indonesia bisa menguasai dunia ekonomi dalam negeri yang hingga kini masih dikuasai segelintir orang saja.

"Selain menguasai ekonomi, kita Juga harus merebut kekuasaan. Hanya dengan cara itu, keberadaan dan nasib umat Islam bisa ditingkatkan", kata Zulkifli Hasan menambahkan.

Semoga Pemerintah Mau Menunda Kenaikan Tarif

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyayangkan keputusan pemerintah yang menaikkan sejumlah tarif di awal tahun 2017. Kepurusan tersebut menurut Zulkifli memberatkan masyarakat, karena ditetapkan pada saat yang kurang tepat.

Semestinya kata Ketua MPR, pemerintah bisa lebih bersabar, hingga kondisi ekonomi masyarakat lebih baik. Sehingga efek dari kenaikan listrik, BBM hingga pembuatan STNK, tidak terasa begitu memberatkan bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan di Bandung Jawa Barat, Sabtu (14/1), usai bertemu dan menyampaikan pidato ilmiah dihadapan peserta Rakornas Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), di masjid Al Furqon Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Zulkifli sendiri mengaku kaget dengab keputusan pemerintah menaikkan sejumlah tarif. Pasalnya, Presiden Joko Widodo sendiri telah menetapkan tahun 2017 sebagai tahun mempersempit kesenjangan. Tetapi, program yang dilaksanakan tidak mendukung upaya menipiskan kesenjangan.
Karena itu Ketua MPR berharap pemerintah bisa menahan diri. Lalu, mau menunda kenaikan tarif hingga waktu yang lebih baik.

"Saat ini waktunya kurang tepat, karena kondisinya tidak mendukung, dan hanya menambah berat beban hidup masyarakat. Kita tunggu sampai kondisi masyarakat lebih siap, apalagi menaikkan tarif ini sungguh sangat tidak sejalan dengan upaya mengurangi kesenjangan", kata Zulkifli lagi. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads