Cabai yang otentik selalu dijadikan sambal sebagai pelengkap citra rasa makanan bagi warga Indonesia ini, membuat para pedagang harus memutar otak.
Salah satunya Maharani, penjual nasi padang di sekitar Ciputat. Meski masakan asal dari Sumatera Barat ini identik dengan cabai. Namun, demi menjaga pelanggan porsi penggunaan cabai sama sekali tidak dikurangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling omzet saja berkurang, karena kan cabainya mahal," kata dia kepada detikFinance, Senin (16/1/2017).
Maharani menyebutkan, kebutuhan cabai rawit merah setiap harinya sekitar 1 kg. Sebab, tidak semua menu menggunakan cabai rawit merah. Sebenarnya bisa saja ia menaikkan harga makanan yang dijualnya. Namun hal tersebut berisiko membuat pelanggannya kabur.
"Cabai rawit merah hanya untuk menambah rasa pedas, saya juga banyak pakai cabai merah keriting, tapi untuk jaga pelanggan kita tidak berani menaikkan harga, " jelasnya. (dna/dna)











































