Sri Mulyani menjelaskan, Donald Trump menjadi pemegang kunci atas negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Kebijakan yang akan dikeluarkan dapat megubah kondisi ekonomi sekarang, bisa lebih baik ataupun buruk.
Misalnya tentang wacana proteksionis dalam hal perdagangan. AS adalah pasar yang besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Begitu juga bila dalam hal kebijakan fiskal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Sekarang negeri tirai bambu tersebut tengah dalam situasi rebalancing yaitu situasi untuk menstabilkan kembali perekonomian negara. Ekonomi China sebelumnya tumbuh di atas 10%, kemudian perlahan turun sampai di kisaran 6%.
"Jadi yang dulunya tergantung dengan ekspor, maka akan beralih ke konsumsi," tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani menunjukkan kewaspadaan atas kedua persoalan tersebut. Masyarakat boleh saja berharap ketika memasuki awal tahun, maka menjadi lebih baik dalam segala hal. Akan tetapi realitas menunjukkan hal yang berbeda.
Misalnya dari sisi ekonomi dunia 2016. Awalnya muncul harapan pertumbuhan 3,9%, tiga bulan berlanjut direvisi menjadi 3,7% hingga akhirnya menjelang penutup tahun jauh lebih rendah dari yang diperkirakan.
"Kita juga tidak buta terhadap lingkungan di mana kita sedang bergerak. Kondisi ekonomi di tingkat global dan regional memiliki pengaruh besar bagi perekonomian Indonesia maupun upaya kita menciptakan masyarakat adil dan makmur," tandasnya. (mkj/ang)











































