Pedagang Rujak Ini Pilih Beli Cabai Mahal Daripada Ditinggal Pelanggan

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 16 Jan 2017 13:36 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Biasanya para pedagang makanan yang melibatkan cabai dalam setiap penyajiannya menjadikan momen kenaikan harga cabai rawit merah sebagai 'aji mumpung' untuk menaikkan harga makanan yang dijualnya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi Jufri, salah satu pedagang rujak buah. Kepada detikFinance, dia tidak begitu memperdulikan tingginya harga cabai.

"Kalau saya jualan enggak mikirin harga cabai," kata Jufri, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Berdasarkan infopangan.jakarta.go.id, harga cabai rawit merah, harga tertingginya dibanderol Rp 150.000/kg, harga terendah Rp 11.000/kg, sedangkan harga rata-rata Rp 109.625/kg.

Meski tinggi, kata dia, cabai tetap harus dibeli dalam prosi yang sama besar dengan sebelumnya. Tujuannya agar rasa pedas yang menjadi ciri khas rujak buatannya tidak berkurang. Tujuannya, agar tidak ditinggal pelanggan.

"Yang penting pelanggan tetap senang," tambahnya.

Kebutuhan cabai rawit merah untuk dagangannya ini sekitar 1/2 kg/hari. Jufri juga tetap menjual rujak Rp 13.000/kg.

Menurut dia, tingginya harga bahan baku sudah menjadi risiko bagi para penjual makanan. Biasanya, para pedagang akan mengurangi porsi bahan bakunya untuk menekan risiko dari kenaikan salah satu bahan baku.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Jurfi. Alasannya, kualitas dan menjaga pelanggan agar tidak kabur. Dia mendapatkan omzet dari jualan rujak/harinya sekitar Rp 400.000.

"Karena pembeli kan kadang enggak mau tahu, kalau cabai naik atau enggak, jadi saya jaga kualitas dan pelanggan," tandasnya. (dna/dna)