Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Jan 2017 16:20 WIB

Kurangi Beli Cabai, Pedagang Soto Mengaku Sempat Dikomplain Kurang Pedas

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Johanes Randy Foto: Johanes Randy
Jakarta - Setiap pedagang memiliki cara masing-masing dalam menghadapi tingginya harga cabai rawit merah. Ada pedagang yang tidak mengganti sama sekali cabai rawit merah sebagai bahan baku sambal, tetapi ada pula yang menggantinya.

Bahkan, para pedagang makan tidak segan untuk mencampurkan satu varian cabai dengan cabai lainnya. Hal itu disebut sebagai langkah efisiensi dari tingginya harga cabai rawit.

"Untuk tetap pedas, saya campur sambalnya antara rawit merah, rawit hijau, sama merah keriting," kata penjualan Soto Ayam, Nunu kepada detikFinance, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Nunu mengaku pernah mendapat komplain dari pelanggannya yang kedepatan merasakan sambal campuran tersebut tidak pedas.

Biasanya, dia mengaku, sambal yang disediakan murni berasal dari rawit merah 1/2 kg/hari. Dengan harganya yang masih tinggi, maka saat ini 1/2 kg dengan 3 varian, yaitu cabai rawit merah, rawit hijau dan merah keriting.

"Pernah dapat komplain, tapi saya bilang kalau harga cabai rawit merah sekarang lagi mahal," tambahnya.

Kendati demikian, Nunu mengaku, sambal yang disediakannya ini masih tetap pedas lantaran kombinasi dari cabai rawit merah dan rawit hijau.

"Tapi pelanggan tetap makan, cuma ngeluh kurang pedas saja," tandasnya.

Berdasarkan infopangan.jakarta.go.id, harga cabai rawit merah, harga tertingginya dibanderol Rp 150.000/kg, harga terendah Rp 11.000/kg, sedangkan harga rata-rata Rp 109.625/kg. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com