Dalam sambutannya, Sri Mulyani menanggapi pernyataan Kepala Perwakilan Bank Dunia, Rodrigo Chaves, yang menyatakan kadang-kadang hidup itu rumit, terutama ketika menghadapi ketidakpastian dari perekonomian global. Chaves menyampaikannya dalam bahasa Indonesia.
Bagi Sri Mulyani, rumit itu tidak terjadi dengan kadang. Sama seperti Chaves yang mendadak menggunakan bahasa Indonesia, Sri Mulyani menyatakan bahwa hidup itu memang selalu rumit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dianggap berkelakar, tapi ada sesuatu yang serius dalam pernyataan Sri Mulyani. Bahwa dalam menghadapi kondisi apapun, ada sesuatu yang memang harus disiapkan dengan sangat baik, sehingga mampu melewati kerumitan tersebut.
Ketidakpastian global, beriringan dengan permasalahan perdagangan Internasional yang melemah, perlambatan investasi, arus modal keluar hingga persepsi negatif dari kalangan investor. Sri Mulyani menegaskan seluruh hal tersebut harus bisa ditangani dengan sistematis dan tepat.
"Bagi Indonesia kita mencoba untuk memilih apa yang tepat untuk bisa dikendalikan," tegasnya.
Ketidakpastian paling berat muncul ketika Donald Trum terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor sehingga menjadi sentimen negatif dan menimbulkan gejolak pada pasar keuangan.
Bagi pemerintah sebagai pengambil kebijakan, menurut Sri Mulyani tidak hanya melihat dari faktor pasar keuangan. Akan tetapi fundamental ekonomi secara menyeluruh.
"Kita tidak bisa mengambil kebijakan hanya karena melihat reaksi market secara harian, namun kita harus melihat fundamental ekonomi," tandasnya. (mkj/hns)











































