Canda Sri Mulyani: Hidup Itu Memang Rumit

Canda Sri Mulyani: Hidup Itu Memang Rumit

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 17 Jan 2017 12:17 WIB
Canda Sri Mulyani: Hidup Itu Memang Rumit
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjadi pembicara kunci dalam acara Peluncuran Laporan Terbaru Ekonomi Indonesia di Pakarti Centre Building, Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menanggapi pernyataan Kepala Perwakilan Bank Dunia, Rodrigo Chaves, yang menyatakan kadang-kadang hidup itu rumit, terutama ketika menghadapi ketidakpastian dari perekonomian global. Chaves menyampaikannya dalam bahasa Indonesia.

Bagi Sri Mulyani, rumit itu tidak terjadi dengan kadang. Sama seperti Chaves yang mendadak menggunakan bahasa Indonesia, Sri Mulyani menyatakan bahwa hidup itu memang selalu rumit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti yang tadi disampaikan bahwa hidup itu kadang-kadang rumit. Sebenarnya bukan kadang-kadang, tapi hidup itu memang selalu rumit," kata Sri Mulyani berkelakar yang disambut tawa para tamu yang hadir.

Meski dianggap berkelakar, tapi ada sesuatu yang serius dalam pernyataan Sri Mulyani. Bahwa dalam menghadapi kondisi apapun, ada sesuatu yang memang harus disiapkan dengan sangat baik, sehingga mampu melewati kerumitan tersebut.

Ketidakpastian global, beriringan dengan permasalahan perdagangan Internasional yang melemah, perlambatan investasi, arus modal keluar hingga persepsi negatif dari kalangan investor. Sri Mulyani menegaskan seluruh hal tersebut harus bisa ditangani dengan sistematis dan tepat.

"Bagi Indonesia kita mencoba untuk memilih apa yang tepat untuk bisa dikendalikan," tegasnya.

Ketidakpastian paling berat muncul ketika Donald Trum terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor sehingga menjadi sentimen negatif dan menimbulkan gejolak pada pasar keuangan.

Bagi pemerintah sebagai pengambil kebijakan, menurut Sri Mulyani tidak hanya melihat dari faktor pasar keuangan. Akan tetapi fundamental ekonomi secara menyeluruh.

"Kita tidak bisa mengambil kebijakan hanya karena melihat reaksi market secara harian, namun kita harus melihat fundamental ekonomi," tandasnya. (mkj/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads