Sehingga dampaknya terhadap ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia juga tidak akan seperti yang dikhawatirkan. Walaupun pemerintah tetap bersiaga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.
"Kita enggak menanggap bahwa dampaknya akan begitu besar sehingga pertumbuhan kita," ungkap Darmin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lebih mirip Bank Dunia, kita akan angkanya 5,2-5,4%, hampir sama dengan Bank Dunia," jelas Darmin.
Salah satu wacana yang muncul dari mulut Trump adalah tentang kebijakan fiskal yaitu pemangkasan tarif pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS. Dengan penerimaan yang akan berkurang maka konsekuensinya, pemerintah AS membutuhkan tambahan pembiayaan, melalui penerbitan surat utang untuk menutupi belanja yang akan digerakkan agresif.
Hal ini nantinya akan berimbas pada kebijakan moneter. Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dimungkinkan bisa menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
"Artinya kita tidak percaya, tidak yakin bahwa ekonomi suatu negara itu, apalagi dalam jangka pendek 1-2 tahun, bisa diubah oleh gaya dari 1 orang," pungkasnya. (mkj/hns)











































