"Volume ekspor naik, impornya turun ini juga prestasi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).
Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan perikanan KKP, Nilanto Wibowo mengatakan komoditas yang paling banyak di ekspor Indonesia adalah udang. Ekspor udang meningkat sebanyak 5,86% dan mayoritas dikirim ke AS dan Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, cumi-cumi, sotong dan gurita juga mengalami kenaikan ekspor sebanyak 61,64%.
"Cumi-cumi cukup besar, rumput laut itu besar sekali, ada lobster sedikit, kepiting hidup jumlahnya cukup besar terutama pasarnya Hong kong. Kalau ikan hidup paling banyak ekspor ikan kerapu," ujar Nilanto.
Sementara itu impor cenderung menurun, terutama komoditas udang dari sebelumnya kuartal III tahun 2015 senilai US$ 868.921, menjadi turun pada periode yang sama 2016 senilai US$ 859.641.
Beberapa komoditas yang paling banyak diimpor berbentuk produk olahan, dan jenis ikan asal China mackerel.
"Kalau impor dominiasinya adalah dalam bentuk produk olahan, bahan baku, salmon, paling besar mackerel untuk pemindang domestik, ada makarel yang di olah dalam negeri lalu di ekspor ke Jepang," kata Nilanto.
Sementara itu, berdasarkan website Kementerian KKP, kkp.go.id, rata-rata nilai ekspor hasil perikanan dari tahun 2012-2016 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Persentase nilai ekspor hasil perikanan ke negara China, USA, dan Uni Eropa meningkat, masing-masing yaitu sebesar 3,2% per tahun, 9,5% per tahun, dan 6,0% per tahun. (ang/ang)











































