Pembangunan bendungan Tanju dan Mila cukup unik karena pengoperasiannya dilakukan secara paralel berbeda dengan bendungan lain yang umumnya beroperasi secara mandiri.
Kedua bendungan ini merupakan bagian dari komplek Rababaka yang dipisahkan oleh dua gunung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua terowongan ini menjadi penghubung saluran irigasi yang dibangun menembus gunung. Masing-masing terowongan dibangun sepanjang 666 meter (terowongan Mila) dan 1,7 km (terowongan Tanju).
Selain itu, dua bendungan ini juga bakal tersambung dengan saluran interbasin sepanjang 18 km dari daerah aliran sungai Rababaka menuju ke masing-masing area genangan Bendungan Tanju dan Mila.
Terowongan Mila, hilirnya akan dialirkan ke bendungan Mila yang memiliki tampungan 6 juta m3, dengan output kecepatan keterisian 1,2 m3/detik. Sedangkan terowongan Tanju, akan membawa air dengan kecepatan 1,9 m3/s ke bendungan Tanju.
Sebelumnya, di Sungai Rababaka sudah berdiri Bendungan Rababaka. Namun karena daya tampung yang terbatas, bendungan ini sering kelebihan muatan.
Keberadaan Tanju dan Mila yang terhubung dengan saluran interbasin sepanjang 18 km tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air yang saat musim kemarau tiba bisa dimanfaatkan untuk mengairi area persawahan di sekitar Dompu, NTB.
"Jadi air di Rababaka berlebihan. Sehingga pada saat musim hujan terjadi, air di sini (sungai Rababaka) terbuang sia-sia dan tidak bermanfaat. Di satu sisi, di Tanju dan Mila lahan banyak, tapi tidak ada air. Sehingga dibawalah air oleh saluran interbasin, dari bendung pengalih melewati saluran sepanjang 18 km dan dua unit terowongan," jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan III Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Japarussidik kepada detikFinance saat ditemui di bendungan Tanju, Dompu, NTB, Kamis (19/1/2017).
Saat ini pengerjaan saluran interbasin sendiri masih terus dilakukan. Diupayakan, saluran ini akan selesai secara paralel bersamaan dengan bendungan Tanju dan Mila yang diharapkan bisa rampung konstruksinya pada akhir 2017 dan awal 2018 mendatang.
Dengan adanya bendungan Tanju dan Mila diharapkan bisa digunakan untuk keperluan irigasi persawahan, perikanan darat, hingga pariwisata. (dna/ang)










































