Susi menekankan kepada Eko, sebagai pejabat tertinggi yang bertanggung jawab terhadap pengawasan laut dari KKP, harus menjaga integritasnya secara penuh, agar tidak terpengaruh oleh rayuan para 'pemain nakal' yang kerap mencuri kesempatan di laut Indonesia.
Eko mengatakan, dirinya akan melaksanakan seluruh kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Susi Pudjiastuti dalam memperkuat pemberantasan illegal fishing, dan akan menjaga serta melakukan pekerjaannya sesuai SOP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat anggota TNI AL
Seperti diketahui, pada 14 Desember lalu, TNI Angkatan Laut (AL) menyatakan, bahwa empat anggotanya hilang kontak saat menjalankan tugas di Perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Mereka hilang saat mengawal Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Filipina bernama Nurhana yang diperintahkan untuk bersandar di Lanal Melonguane, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.
"Sampai kemarin itu belum ketemu, kita masih rapim di Mabes TNI. Di AL juga masih topik pembicaraan," ungkap dia.
Saat ini, kata Eko, pencarian sudah sampai ke Filipina, dan terus dilakukan pendalaman. Diharapkan akan ada kejelasan dalam waktu dekat.
"Pastinya saya akan bekerja secara optimal dengan satgas 115 di sini. Mudah-mudahan apa yang diinginkan oleh Ibu akhir 2017 ini bisa tercapai semuanya," tuturnya.
Eko sendiri mengaku belum mendapatkan tugas khusus dari Susi Pudjiastuti. (hns/hns)











































