"Beberapa terobosan yang telah dilakukan yakni mendistribusikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor dan rice transplanter kepada setiap kelompok tani, perbaikan jalur irigasi, penyediaan teknologi citra Lansat dan penerapan teknologi jarwo super," ujar Amran di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Soreang, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2017).
Kementerian Pertanian (Kementan juga telah melakukan pengawalan dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang dapat memudahkan Tim Program Upaya Khusus untuk memantau lahan sawah yang belum digarap untuk dilakukan percepatan penggarapannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini dari target peserta asuransi pertanian sebesar 12.500 orang, telah tercapai 10.349 orang atau lebih dari 80 persen target telah tercapai," jelas Amran.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar, menambahkan upaya pemerintah yang melibatkan pihak TNI untuk meningkatkan produksi pangan dan mempercepat pencapaian target produksi pangan patut diacungi jempol.
Jawa Barat memiliki potensi pertanian sangat tinggi untuk menghasilkan komoditas pangan dan memiliki kontribusi yang besar terhadap ketersediaan pangan nasional.
"Luas baku lahan sawah seluas 936.529 hektar dan diharapkan para Bupati dapat mempertahankan lahan usaha tani," ungkapnya.
Produksi padi Kabupaten Bandung
Bupati Bandung Dadang menuturkan produksi padi di Kabupaten Bandung 2016 mengalami surplus. Untuk itu, ke depan akan melakukan ekspor beras ke Srilanka.
Selain itu, pemerintah Kabupaten Bandung merencanakan juga untuk ekspor kopi karena kopi Bandung berkualitis tinggi dan nernilai jual tinggi sehingga kesejahteraan petani meningkat. Hal ini dapat diwujudkan melalui pemanfaatkan lahan kritis dengan merubah pola tanam lahan pertanian di dataran miring.
"Kami akan keluarkan Perda agar pemanfaatan lahan pertanian di dataran miring atau lereng tidak ditanami komoditas sayuran tapi ditanami kopi. Untuk sayuran ditanam di dataran yang kemiringanya rendah," kata Dadang.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjend TNI Heriandra mengapresiasi upaya pemerintah dengan melibatkan pihak TNI dalam meningkatkan produksi dan mengejar target produksi pangan. Menurutnya, Ketahanan pangan sangat erat kaitanya dengan ketahanan negara.
Oleh karena itu, ia menegaskan pihak TNI siap berkontribusi penuh untuk mensukseskan Program Upaya Khusus dalam mewujudkan swasembada pangan. Hal ini dengan memerintahkan seluruh Komandan Kodim untuk dukung penuh dan tidak boleh main-main dalam mengawal program tersebut.
"Komandan Kodim harus dukung penuh dan jangan main-main agar target produksi pangan tercapai. Jangan sampai ke depan produksi pangan menurun, untuk mari kita dukung agar Indonesia tidak impor namun terwujud swasembada pangan," tegasnya. (hns/hns)











































