Petinggi perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 menyuarakan optimisme atas rencana pemangkasan pajak, stimulus belanja dan deregulasi yang dijanjikan Trump dianggap bakal mendorong pendapatan perusahaan.
S&P 500 adalah sebuah indeks yang terdiri dari saham 500 perusahaan dengan modal-besar, kebanyakan berasal dari Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak alasan untuk lebih optimistis dalam memasuki tahun 2017 ketimbang awal tahun 2016," kata CEO Morgan Stanley James Gorman seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/1/2017).
Ia menekankan faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme tersebut termasuk geliat kepercayaan konsumen setelah pemilihan 8 November dan pajak yang lebih rendah yang dijanjikan Trump dalam kampanyenya.
Dalam laporan keuangan kuartal empat, tersaji sekilas tentang apa yang perusahaan-perusahaan besar AS harapkan dari Trump. Dan sejauh ini mereka merasakan keuntungan yang positif.
Lebih dari selusin perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 melaporkan hasil di minggu terakhir yang mengisyaratkan optimisme soal rencana pemangkasan pajak, belanja infrastrukutur, peningkatan manfaat pada tenaga kerja dan pemangkasan regulasi yang akan dilakukan oleh Trump.
Menurut Thomson Reuters, dengan kinerja keuangan yang sudah membaik sejak anjloknya harga minyak dan nilai tukar dolar AS tahun lalu, perusahaan-perusahaan S&P 500 diharapkan bisa tumbuh rata-rata 6,3% pada akhir Desember dan 13,6% di bulan Maret.
Sejak pemilu November 2016 lalu, S7P 500 telah rally 6% hingga mencatatkan rekor tertingginya. Sebagian, dipicu oleh harapan akan adanya kebijakan Trump yang bisa merangsang pertumbuhan ekonomi.
Sektor Perbankan memimpin penguatan indeks S&P 500 dengan keyakinan kalangan investor bahwa Trump bisa membalikkan kebijakan Barack Obama setelah krisis keuangan tahun 2008 yang dianggap investor sudah berlangsung terlalu lama. (dna/dna)










































