Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan secara umum jalan pintas yang masuk wilayah Buleleng tersebut pada tahun ini sudah memasuki tahap penyusunan desain rinci, yang kemudian akan diikuti dengan pembangunan fisiknya.
"Kondisi jalan Bedugul-Buleleng itu sempit dan berkelok-kelok, sehingga bus wisatawan dan truk agak kesulitan melewati jalur tersebut dan sering menimbulkan kemacetan. Dampaknya banyak wisatawan yang enggan ke Buleleng dan membuat perekonomian menjadi tersendat," ujar Basuki dalam keterangannya, Selasa (24/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Guna memberikan dukungan terhadap sektor pariwisata secara lebih optimal, Basuki menyatakan akan mempelajari hasil uji kelayakan atau feasibility study (FS), untuk menentukan satu dari empat trase yang paling optimal untuk dibangun.
"Infrastruktur merupakan salah satu pilar untuk pemerataan hasil pembangunan dan pemicu pertumbuhan ekonomi, sehingga kita akan dukung pembangunan jalan pintas tersebut. Rencananya akan kita buat seperti kelok sembilan di Sumatera Barat," kata Basuki.
Untuk itu Kementerian PUPR terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait persiapan lahan yang akan terkena jalur proyek sepanjang kurang lebih 2 kilometer (km).
Bupati Buleleng nonaktif, Putu Agus Suradnyana, mengungkapkan harapannya kepada Basuki agar rencana pembangunan jalan pintas jalur Bedugul-Buleleng dapat segera terlaksana. Ia menyatakan siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka mempercepat pembebasan lahan. (wdl/wdl)












































Foto: Dok. Kementerian PUPR