Demikianlah disampaikan Thomas saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/1/2017)
"Pada dasarnya perundingan TPP sudah berjalan selama 9 tahun, dan sudah banyak upaya susah payah yang dituangkan untuk menyusun TPP ini. Jadi sayang cuman karena Amerika keluar, masa seluruhnya jadi enggak jadi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaratnya, kata Thomas, industri manufaktur di dalam negeri harus terus dibangun. Saingan Indonesia dalam kelompok perdagangan tersebut adalah negara-negara berkembang.
"Justru negara maju bukan saingan kita. Negara maju yang perkapitanya sudah tinggi, akan bersaing dengan kita yang rendah. Jadi mereka bersaing di padat modal, kita bersaing di padat karya. Jadi negara kaya dan miskin ini komplementer," papar Thomas. (mkj/mkj)











































