ADVERTISEMENT

Marak e-Commerce, Pengusaha Mal Yakin Tak Kehilangan Konsumen

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2017 20:52 WIB
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Saat ini banyak perusahaan e-commerce tumbuh berkembang di Indonesia. Hal ini diyakini tidak akan menggantikan pusat berbelanja atau mal dengan kemudahan sistem belanja online yang memudahkan konsumen.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat belanja Indonesia, Stefanus Ridwan mengatakan ada beberapa strategi yang disiapkan pengelola mal untuk mendatangkan pengunjung agar tidak kalah saing dengan perusahaan e-commerce. Misalnya dengan menghadirkan pengalaman hiburan yang tidak didapat saat berbelanja online.

"Ya kita mesti bikin pengunjung kita mengalami suatu experience yang luar biasa, dimana dia melihat ke sana (mal) asyik banget hiburannya," ujar Stefanus, kepada detikfinance, Selasa (24/1/2017).

Ia mencontohkan, walaupun makanan bisa dipesan melalui online, tetapi dengan membeli langsung mendapat sensasi berbeda. Misalnya ketika memesan lewat online hanya mendapat kotaknya, tetapi jika di tempatnya langsung bisa melihat atraksi chef-nya saat memasak atau menyajikan makanan.

"Kalau makanan orang pesan lewat online kan cuma lewat kotak saja, kalau di sana (mal) dia bisa nampang foto selfie pakai baju bagus atau melihat atraksi chef-nya, waktu makan dikasih tahu cara makannya, atraksi-atraksi seperti itu lah yang tidak ada saat belanja online," kata Stefanus.

Selain itu, jika orang mau berbelanja gadget, walaupun ada beberapa e-commerce yang menjualnya secara online tetapi masih ada situs yang tidak bertanggung jawab sehingga menipu konsumen. Sementara ketika datang langsung ke pusat berbelanja bisa mencoba dan memeriksa produknya terlebih dulu sebelum membeli.

"Dengan banyaknya kegiatan di sana, adanya experience yang dialami, saya kira orang banyak yang datang. Soal gadget itu dia dicoba lewat online, takutnya ditipu kalau tidak yakin dengan internet ya susah, maksud saya kita coba cari cara lain yang dia mesti datang untuk meraba produknya," ujar Stefanus. (hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT