Inflasi di Bawah 4%, Penjualan Ritel 2016 Capai Rp 200 Triliun

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2017 21:15 WIB
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatatkan penjualan ritel 2016 mencapai Rp 200 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2015 yang sebesar Rp 181 triliun.

"Sales Aprindo tahun lalu ada kenaikan sampai dengan 10%, kita hitung dari angka Rp 200 triliun meningkat 10% dari tahun sebelumnya, sebelumnya tumbuh 8% atau hanya Rp 181 triliun," kata Ketua Aprindo Roy Mandey, di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Ia mengatakan, kenaikan penjualan itu karena inflasi pada tahun 2016 rendah di bawah 4%. Selain itu ada faktor lainnya seperti harga energi yang turun sehingga mendorong pertumbuhan industri ritel.

"Ketika inflasi lebih rendah masyarakat akan lebih banyak uang dan masyarakat akan berbelanja, kemudian itu harga energi ada listrik, gas, dan bensin terjadi penurunan beberapa point ini mendorong signifikan daya beli," kata Roy.

Dia memproyeksikan pertumbuhan ritel tahun 2017 ini mencapai 10%-12% seiring pertumbuhan ekonomi 5,4%. Menurutnya, ritel akan tumbuh sekitar 2,5 kali dari pertumbuhan ekonomi RI.

"Targetnya 12% itu dengan pertumbuhan ekonomi 5.4%. Rumusnya pertumbuhan ritel 2,5-3 kali daripada pertumbuhan ekonomi karena kontribusi konsumsi rumah tangga itu 56,4% di atas 55%," ujarnya.

Selain itu, prediksi tumbuhnya 10%-12% itu karena saat ini masyarakat lebih pemilih dalam membeli barang. Misalnya konsumen akan membeli barang yang membeli keuntungan yang besar.

"Lifestyle konsumen sekarang itu sangat spesifik, dia melihat situasi, waktu keadaan dan apa yang ditawarkan, apa event-nya dan benefitnya apa sangat smart sekarang," ujarnya. (hns/hns)