Kondisi ini membuat Meksiko makin tertekan, dan hubungan kedua negara di ambang krisis. Dalam waktu dekat, Presiden Meksiko dijadwalkan bertemu Trump.
Juru Bicara Gedung Purih, Sean Spicer, menyatakan Trump ingin pajak barang impor dari Meksiko itu masuk dalam paket perombakan aturan pajak yang diajukan ke Kongres AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spicer mengatakan, kebijakan pajak selama ini yang mengenakan pajak ekspor dan membebaskan pajak impor adalah konyol. "Tapi dengan menerapkan ini (pajak impor), kami bisa mendapatkan US$ 10 miliar per tahun, dan dengan mudah membiayai pembangunan dinding," imbuh Spicer.
Rencana penerapan pajak baru ini berkembang menjelang pertemuan Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto dan Trump, yang rencananya dilakukan pekan depan di Washington.
Namun, Enrique di akun Twitternya mengatakan menarik rencananya untuk bertemu Trump. Karena merespons kicauan terakhir Trump di akun Twitter yang mengatakan, lebih baik pemimpin Meksiko tidak usah bertemu bila tidak mau membayar biaya pembangunan dinding.
Dalam pidatonya di pertemuan anggota Kongres dari Partai Republik, Trump mengatakan pertemuannya dengan Enrique dibatalkan.
"Saya telah mengatakan berulang kali, rakyat Amerika tidak akan membayar untuk dinding tersebut. Kecuali Meksiko mau berhubungan dengan AS secara adil, dengan hormat," kata Trump.
Ekspor Meksiko ke AS memang cukup besar. Sekitar 80% kapal ekspor Meksiko memiliki rute tujuan ke AS. Kemudian sekitar 50% dari investasi langsung di Meksiko berasal dari tetangganya, yaitu AS.
Karena besarnya impor dari Meksiko, AS mengalami defisit neraca perdagangan dengan Meksiko senilai US$ 58,8 miliar setahun.
Sebelumnya, Trump juga ingin menutup sumber uang terbesar Meksiko, yaitu dari pengiriman gaji warga Meksiko yang bekerja di AS, atau istilahnya remitansi. (wdl/wdl)











































