Kena Banjir, Menperin Bantah Lamban Bantu Pengusaha Tekstil

Kena Banjir, Menperin Bantah Lamban Bantu Pengusaha Tekstil

- detikFinance
Rabu, 13 Apr 2005 22:05 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Andung Nitimihardja membantah pihaknya lamban membantu pengusaha tekstil yang terkena banjir di Dayeuhkolot Bandung, yang diestimasi mengalami kerugian Rp 900 miliar."Tidak benar apa yang diberitakan koran-koran kalau Deperin lamban membantu, karena kewenganan pemerintah terbagi antara pemda dan pemerintah pusat. Saya berusaha proporsional. Inilah yang kurang dipahami, sehingga kita dibilang lambat menanganai mereka," ujarnya.Hal itu disampaikan dia di Kantor Deperin jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2005), usai mengunjungi lokasi banjir di Dayeuhkolot Bandung."Saya bersama Direksi PLN sudah melihat langsung ke sana. Di sana pengusaha yang terkena banjir meminta keringanan biaya beban dan biaya pemakaian Kwh listrik. Sebab banjir yang kedua kalinya ini tidak ter-cover asuransi, memang yang pertama ter-cover asuransi," urainya.Musibah banjir, menurut Andang, memang bersifat force majeur (keadaan memaksa). Namun pengusaha juga harus melihat kalau pemerintah juga memiliki keterbatasan."Saya tegaskan ke mereka, tidak boleh cengeng minta keringanan. Kalau cengeng berarti mereka bukan pejuang. Ini memang bagian dari risiko bisnis. Kita juga tidak ingin mereka sengsara. Tapi memang kita tidak bisa menangani semua permasalahan, harus berbagi beban antara pemerintah dan pengusaha," tukasnya.Usai melihat lokasi musibah, Andung merasa hal yang paling penting dilakukan adalah peremajaan mesin-mesin."Saya akan bicara dengan Gubernur BI setelah KAA (Konferensi Asia Afrika) bagaimana merevitalisasi mesin-mesin dengan kebijaksanaan kredit. Karena mayoritas pengusaha di sana menggunakan mesin lama hingga sulit bersaing," katanya.Diakui Andung, industri tekstil merupakan penyumbang devisa terbesar dan penyerap tenaga kerja yang besar. "Bagaimanapun juga kita punya kepentingan, karena tekstil merupakan primadona Indonesia," ujarnya. (sss/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads