Demikian laporan dari Departemen Perdagangan AS seperti dilansir dari AFP, Jumat (27/1/2017).
Secara penuh sepanjang 2016, pertumbuhan ekonomi AS tercatat 1,6%. Ini di bawah pertumbuhan ekonomi 2015 yang sebesar 2,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kuartal IV-2016, nilai ekspor AS turun 4,3%, sementara impor naik 8%. Sementara belanja pemerintah turun 1,2%.
Lambatnya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV-2016 ini sepertinya bakal membuat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), bakal menahan rencananya menaikkan suku bunga acuan.
Namun, tekanan inflasi meningkat, yang terlihat dari indeks pengeluaran konsumsi individu yang lompat menjadi 2,2% di kuartal IV-2016, dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 1,5%. Indeks ini merupakan yang tertinggi sejak awal 2012.
Namun indeks volatile food dan harga energi melambat ke 1,3% di kuartal IV-2016, dari kuartal sebelumnya yaitu 1,7%. Dalam setahun penuh, indeks harga naik 1,1% dibandingkan 2015, atau yang tercepat sejak 2012. (wdl/mkj)











































