Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 29 Jan 2017 13:58 WIB

Pengusaha Ritel Gencar Beri Diskon untuk Jualan Tahun Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rahmi Anjani Foto: Rahmi Anjani
Jakarta - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pegusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahananta mengatakan, target pendapatan Aprindo di 2017 terbilang konservatif jika dibandingkan dengan target pendapatan di 2016 yang sebesar Rp 200 triliun.

Tutum menyebutkan, pada 2017 pendapatan Aprindo ditargetkan tumbuh 10% dari target di tahun sebelumnya. Ini dikarenakan ketidakpastian global yang bisa mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia, termasuk sektor ritel.

"Bisa saya katakan tahun ini agak konservatif, kita bisa merencakanan naik 10%, kalau kemarin (2016) Rp 200 triliun," kata Tutum saat dihubungi detikFinance, Minggu (29/1/2017).

Sektor ritel, kata Tutum, sangat bergantungan dengan kondisi ekonomi makro Indonesia. Jika makro ekonomi Indonesia tumbuh baik, maka bisnis usaha ritel pun akan mengikuti hal yang sama baiknya. "Jadi kita juga terpengaruh dengan kondisi perpolitikan kita," tambahnya.

Untuk merealisasikan target pendapatan di 2017, Tutum mengungkapkan, Aprindo meminta kepada pemerintah untuk bisa menjamin perekonomian yang stabil sekalipun masih terdampak oleh perekonomian global yang memberikan ketidakpastian.

"Sekarang upaya kita kan hanya marketing saja, memberikan diskon atau potongan harga," kata Tutum.

Produk yang menjadi kebutuhan rumah tangga masih menjadi sektor pemasukan yang paling besar bagi Aprindo. Oleh karenanya, diharapkan pemerintah bisa menjamin perekonomian makro Indonesia stabil.

"Negara harus menjamin pertumbuhan ekonomi secara makro stabil, ini untuk semua bisa kerja," tandasnya.

(mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com