Soreang-Pasir Koja Tersambung Tol, Berapa Tarifnya?

Soreang-Pasir Koja Tersambung Tol, Berapa Tarifnya?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 30 Jan 2017 07:29 WIB
Soreang-Pasir Koja Tersambung Tol, Berapa Tarifnya?
Foto: Tya Eka Yulianti
Jakarta - Proyek pembangunan jalan tol Soroja (Soreang-Pasir Koja) yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung, saat ini terus dikebut pekerjaannya.

Ruas tol non Trans Jawa yang menjadi salah satu program strategis nasional ini dijadwalkan beroperasi pada bulan April 2017 mendatang.

Lantas, berapa tarif yang akan dikenakan melewati jalan sepanjang 10,57 kilometer (km) ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tarif golongan I per kilometer adalah Rp 702, tahun 2016," kata Kepala Bidang Investasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Sudiro Roy, kepada detikFinance, Senin (30/1/2017).

Dengan perhitungan total panjang mencapai 10,57 km, maka tarif untuk kendaraan golongan satu dengan jarak terjauh, yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 7.420.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ruas ini terdiri dari 3 seksi, yakni SS Pasir Koja-SS Margaasih, SS Margaasih-SS Katapang, dan SS Katapang-BG Soreang.

Proyek yang dikerjakan oleh konsorsium PT Citra Marga Lintas Jabar ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,51 triliun, dan biaya konstruksi Rp 1,145 triliun.

Pada prinsipnya, pembangunan jalan tol merupakan suatu bisnis sehingga harus memenuhi persyaratan commercial and financial viable agar dapat menarik investor dan lembaga keuangan untuk terlibat dalam pelaksanaannya.

Adanya pemberlakuan tarif tol adalah untuk pengembalian investasi dan keuntungan yang wajar bagi investor, di samping untuk keperluan operasi dan pemeliharaan.

Penentuan besarnya tarif tol dihitung berdasarkan 3 komponen, yaitu besar keuntungan biaya operasi kendaraan, kemampuan bayar pengguna jalan tol, dan kelayakan investasi.

Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi makro, nantinya juga akan dilakukan penyesuaian tarif tol setiap dua tahun sekali. Di mana besarnya tarif baru tersebut bergantung pada tingkat inflasi saat tarif baru diberlakukan. (dna/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads