Harga Minyak akan Bertahan Lama di US$ 50 per Barel
Kamis, 14 Apr 2005 10:37 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia diprediksikan akan tetap berada pada level US$ 50 per barel pada 7 pekan mendatang. Hal ini dikarenakan karena cadangan minyak di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan. Harga minyak jatuh pada level terendah selama 2 bulan ini terjadi pada Kamis (14/4/2005). Penurunan harga minyak itu setelah pemerintah AS merilis data tentang naiknya cadangan minyak mentah dan gasoline.Harga minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan Mei akan turun sebesar US$ 1,64 per barelnya sehingga menjadi US$ 50,22 per barel di pasar New York Mercantile Exchange. Ini merupakan harga terendah sejak 18 Februari 2005 dimana minyak mentah sebelumnya juga pernah diperdagangkan sebesar US$ 48,35 per barel. Namun setelah itu harga minyak terus naik, hingga kenaikannya sebesar 35 persen dari harga tahun lalu.Departemen Energi AS seperti yang dikutip kantor berita AP> Kamis (14/4/2005) menyatakan cadangan nasional minyak mentah AS telah naik sebesar 3,6 juta barel sehingga saat cadangan minyak AS menjadi 320,7 juta barel atau naik 8,7 persen dari cadangan tahun lalu. Cadangan gasoline juga mengalami peningkatan sebesar 800 ribu barel sehingga menjadi 213,1 juta barel atau meningkat sebesar 5,8 persen ketimbang tahun lalu. Begitu juga dengan minyak pemanas dan minyak diesel yang naik sebesar 100 ribu barel sehingga menjadi 104 juta barel.Harga minyak di pasar London juga mengalami penurunan. Harga minyak untuk jenis brent crude turun US$ 1,50 per barel sehingga menjadi US$ 50,48 per barelnya.
(mar/)











































